Cara sederhana mencegah Kanker
Lima resep sederhana untuk mengurangi resiko terkena kanker :
1. Aktivitas fisik teratur atau ber-olahraga
2. Menjaga asupan cairan
3. Hindari merokok
4. Batasi mengkonsumsi daging (terutama daging merah)
5. Relaksasi , manajemen stress.
Baca info selengkapnya di http://…/5-simple-secrets-to-lower-your-risk-of-cancer/
Add comment Oktober 28, 2009
HealthDev.net :: Ugandas success story in fighting HIV/AIDS may become History if ABC+ strategy is not revised
Add comment Oktober 14, 2009
VCT Toolkit: Establishing Services (2002) – FHI
Add comment Oktober 14, 2009
Online VCT service launched in Indonesia :: HealthDev.net
Add comment Oktober 14, 2009
Kondom : Cara berhubungan seks yang aman ?
Adakan cara berhubungan seks yang aman ?
Maksudnya aman disini adalah berhubungan seks tanpa resiko tertular penyakit infeksi menular seksual (IMS) atau penyakit yang ditularkan melalui hubungan kelamin.
Penyakit / Infeksi menular seksual bisa ditularkan bila ada kontak dengan kulit atau cairan di daerah kelamin, contohnya pada penyakit infeksi kencing nanah atau bahkan infeksi HIV.
Orang dengan IMS pada alat kelamin akan lebih mudah tertular / menularkan HIV disebabkan adanya luka pada kulit, yang menyebabkan transmisi/ penularan virus secara langsung.
Bagaimana caranya agar bisa tetap berhubungan seks bila sedang terkena IMS ?
Jawabannya sederhana saja. KONDOM.
Kondom bisa digunakan oleh pihak laki-laki maupun perempuan.
Bingung ? Ya, betul. Saat ini sudah tersedia kondom untuk perempuan.
Banyak yang merasa pemakaian kondom identik dengan hubungan seks yang kurang enak dibanding tidak memakai kondom.
Tapi sesungguhnya pemakaian kondom mempunyai banyak keuntungan (selain mencegah kehamilan tentunya).
Kondom mencegah penularan infeksi menular seksual dan HIV.
Kondom juga berguna untuk mempertahankan ereksi pada laki-laki yang mudah ejakulasi (ejakulasi dini).
Dan saat ini kondom sudah tersedia dalam berbagai variasi serta bentuk, untuk meningkatkan kualitas hubungan seksual.
Terlebih jika akan berhubungan seksual dengan seseorang yang tidak kita kenal, atau orang yang bukan pasangan tetap kita.
(Ingat : Pasangan tetap kita pun bisa menularkan IMS atau HIV jika dia tidak setia terhadap kita !)
Add comment Juni 22, 2009
Lagi tentang AIDS : kumpulan gejala imunodefisiensi (yang didapat)
Sehubungan dengan banyaknya tag yang dicari orang, maka lagi-lagi tulisan tentang AIDS saya buat. AIDS, singkatan yang dalam bahasa Inggris yang berarti Acquired Immunodeficiency Syndrome (=kumpulan gejala imunodefisiensi yang didapat.)
Maksud ‘didapat’ disini karena ada jenis penyakit/ kelainan imun yang diturunkan, misalnya pada kelainan genetik. Tetapi pada AIDS, kumpulan gejala klinis yang berhubungan dengan penurunan fungsi daya tahan tubuh/sistem imun, bukan karena kelainan bawaan. AIDS disebabkan karena manusia terinfeksi oleh HIV (=virus imunodefisiensi) melalui kontak darah atau cairan tubuh lain eg. air susu, sperma/cairan mani. HIV juga dapat ditemukan pada ludah, air mata, tapi belum terbukti adanya penularan dengan cara tersebut.
Siapa saja yang rentan dengan penularan HIV ini ?
Mereka yang termasuk kelompok resiko tinggi diantaranya : pekerja seksual komersil, transgender (waria) yang menjual jasa transaksi seksual, kelompok hetero/homoseksual yang sering berganti pasangan, para pengguna narkoba dengan jarum suntik yang dipakai bergantian. Pada intinya semua cara transmisi virus yang melibatkan kontaminasi darah.
HIV tidak dapat tertular jika kita berpelukan, berciuman pipi, melalui makanan, memakai gelas/piring bersama, menggunakan toilet duduk bersama, atau kontak lain yang tidak berhubungan dengan darah.
Bagaimana mencegah penularan HIV ?
Di negara maju dimana situasi budaya sangat permisif untuk memulai hubungan seksual sejak usia yang sangat dini, sedang dikampanye-kan untuk melakukan ABC.
Abstinence : artinya TIDAK melakukan hubungan seksual.
Be faithful : artinya SETIA terhadap pasangan (terutama pasangan seksual).
Condom : selalu menggunakan KONDOM jika melakukan hubungan seksual (jika bukan dengan pasangan/ jika berganti-ganti pasangan).
Sayangnya, masyarakat kita belum menyadari pentingnya pemakaian kondom.
Dari wawancara dengan para PSK (pekerja seks komersil) dan waria yang melayani transaksi seks, masih banyak pelanggan yang enggan untuk memakai kondom.
Padahal tujuan pemakaian kondom adalah untuk melindungi kedua belah pihak dari penyakit menular seksual dan HIV, tapi masih ada stigma di masyarakat kita bahwa pemakaian kondom mengurangi kenikmatan berhubungan seks.
Alangkah sempitnya pola pikir seperti itu, mengutamakan kenikmatan seks tapi mengorbankan diri untuk penyakit yang tidak dapat disembuhkan seumur hidup seperti AIDS.
Sekali orang terinfeksi HIV maka seumur hidupnya virus tersebut akan hidup dalam tubuh orang tersebut. Karena HIV tidak dapat disembuhkan seperti virus Influenza misalnya, maka suatu saat jika virus bertambah banyak (bermultiplikasi) maka dalam waktu sekian tahun akan muncul gejala penurunan daya tahan tubuh. Gejala tersebut yang disebut AIDS.
Contoh gejala yang sering muncul pada orang dengan AIDS adalah batuk yang tidak sembuh (berkaitan dengan TBC paru), kelainan kulit seperti jamur (candidiasis), atau ketombe pada kulit kepala, dan tumbuh jamur di kerongkongan/ esofagus yang mengakibatkan keluhan sulit menelan, penurunan berat badan drastis (wasting syndrome), dan diare terus menerus dalam waktu lama.
Sampai saat ini belum ada pengobatan untuk menyembuhkan HIV-AIDS. Telah ditemukan ARV (antiretroviral) sebagai pengobatan untuk mencegah bertambah banyaknya jumlah virus dalam tubuh.
Pada HIV-AIDS pencegahan adalah segala-galanya. Always wear protection (condom), don’t sharing needles, stay negative. Staying alive.
Add comment Februari 5, 2009
Gastritis , nyeri maag terpopuler
Istilah Gastritis akhir-akhir ini populer di media karena maraknya iklan tentang obat antasida untuk mengobati gejala maag. Padahal belum tentu semua gejala atau keluhan nyeri lambung merupakan Gastritis. (baca juga tentang Dispepsia.)
Pengertian dari Gastritis adalah inflamasi (reaksi radang/ luka) pada permukaan mukosa lambung.
Gastritis dapat bersifat akut maupun kronik.
Gastritis akut dapat disebabkan oleh pemakaian obat anti inflamasi anti steroid (OAINS, Aspirin) atau penggunaan alkohol dalam waktu lama.
Keluhan dari Gastritis akut bisa mual, kembung, nyeri perut kiri atas, bisa juga sampai terjadi perdarahan saluran cerna seperti Hematemesis atau Melena.
Untuk Gastritis akut pengobatan terutama dengan menghilangkan penyebabnya.
Dianjurkan untuk penderita Gastritis menjalani pola makan dengan porsi kecil tetapi sering, menghindari makanan yang mencetuskan peningkatan asam lambung (e.g. kafein pada kopi, alkohol).
Obat-obatan digunakan untuk mengatur supaya asam lambung yang diproduksi terkontrol, contohnya Antasida, agonis reseptor H2, dan teman-temannya.
Hematemesis : perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA) dengan gejala muntah darah.
Melena : perdarahan saluran cerna bawah dengan gejala buang air besar berwarna coklat/ kehitaman.
Baca juga tentang Gastritis di Wikipedia.
Topik lain yang berkaitan; Diet Food Combining untuk mengurangi keluhan saluran pencernaan.
Body Detox with Natural Herb Formula.
Natural Colon Cleanse.
1 comment Juli 4, 2008
Dispepsia tidak selalu Gastritis
Orang biasanya cenderung mengkaitkan setiap keluhan di lambung dengan gastritis atau sakit maag. Padahal tidak selalu setiap gangguan atau keluhan di lambung disebut Gastritis.
Bisa saja keluhan tersebut memang Gastritis (=ada luka atau inflamasi pada permukaan lambung) atau bisa saja hanya Sindrom Dispepsi / Dispepsia. Nama yang kurang populer memang dibandingkan Gastritis.
Tak kenal maka tak sayang, sebaiknya kita berkenalan dulu dengan Dispepsia ini. . .
Yang dimaksud dengan Dispepsia adalah sekumpulan keluhan atau gejala yang berhubungan dengan rasa tidak enak/ nyeri pada perut bagian atas, keluhan cenderung menetap atau sering kambuh. Dispepsia sendiri terbagi dua yaitu Organik dan Non-Organik (=Fungsional).
Dispepsia Organik disebut demikian karena keluhan berhubungan dengan kelainan organik, seperti pada nyeri Ulkus peptik, pada pankreatitis kronik (inflamasi pada pankreas), gangguan metabolik pada penderita kencing manis/Diabetes Mellitus, atau pada pengguna obat Anti Inflamasi non Steroid (e.g Aspirin).
Pada Dispepsia Fungsional / Non-Organik keluhan jarang disebabkan oleh kelainan organik, misalnya pada pasien yang memang lambungnya terlalu sensitif (=Hipersensitivitas Gaster atau Duodenum), Gastritis karena kuman H.pylori atau juga disebabkan faktor psikososial, misalnya stress.
Keluhan atau gejala yang sering timbul pada Dispepsia :
1. Nyeri pada bagian perut kiri atas.
2. Nyeri hilang setelah perut diisi makanan atau setelah minum Antasida.
3. Nyeri timbul saat lapar.
4. Perasaan mudah kenyang/ perut terasa cepat penuh bila makan.
5. Mual atau muntah.
6. Upper abdominal bloating atau kembung, banyak gas / sering sendawa.
7. Rasa tak nyaman bila makan.
Gejala no 1-3 disebut keluhan ulcus like dyspepsia sedang gejala no 4-7 disebut dismotilitas like dyspepsia.
Tapi sebagus apa pun namanya, pasti ga penting karena 2-2nya gak enak !
Pengobatan untuk Dispepsia juga mirip dengan Gastritis.
Bisa diberikan Antasida untuk menetralisir Asam lambung (beredar dengan merk dagang Promag, Magtral, Gastrucid dst ) tapi pemakaian obat seperti ini hanya untuk waktu singkat, karena pada pemakaian terus menerus & waktu lama bisa menyebabkan diare. (=mencret, bukan buku harian
)
Juga bisa diberikan Obat golongan Agonis reseptor H2 , contohnya Simetidin, Ranitidin, Famotidin dan teman-temannya.
Kalau punya budget lebih, obat yang lebih ‘tokcer’ seperti Omeprazol juga direkomendasikan, selain itu pemakaian obat golongan ini cukup 1 x per hari, sehingga membuat pasien lebih ‘patuh’ minum obat.
Topik lain yang berkaitan; Diet Food Combining untuk mengurangi keluhan saluran pencernaan.
Body Detox with Natural Herb Formula.
Natural Colon Cleanse.
4 comments Juli 4, 2008
HIV dan AIDS
Bagaimana jika ada teman kamu yang menderita AIDS, apakah kamu masih mau berteman sama dia ?
Tahukah kamu apa gejala seseorang terkena HIV atau tidak ?
HIV adalah virus penyebab AIDS. HIV sendiri singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, yang artinya virus yang menyerang sistem daya tahan tubuh / sistem imun. Akibatnya dalam jangka waktu lama, virus itu akan melemahkan pertahanan tubuh ( kan sistem imun-nya “dimakan” sama virus )
Karena sistem imun atau daya tahan tubuh berkurang, tubuh seseorang yang terkena HIV rentan terkena penyakit infeksi. Kumpulan penyakit atau infeksi yang umumnya menyerang orang dengan daya tahan tubuh rendah ( akibat HIV tadi ) disebut Acquired Immunodeficiency Syndrome , yang artinya Sindrom defisiensi imun yang didapat.
- kaposi sarcoma
- oral trush
- leukoplakia
Tapi membutuhkan waktu yang lama ( tahunan biasanya, tergantung pengobatan yang dipakai juga ) untuk seseorang kelihatan punya gejala seperti AIDS. Jadi bisa aja kamu duduk sebelahan dengan orang yang punya HIV tapi dia kelihatan sehat-sehat saja.
Hanya, jangan takut kalo kamu duduk sebelahan atau salaman tangan, atau pinjem pakaian orang yang punya HIV. Penularan HIV cuman lewat darah, jarum suntik, mikrolesi (luka) yang bisa didapat saat misalnya melakukan hubungan seksual tanpa kondom, atau dari ibu ke anak saat kehamilan dan persalinan.
Kalau kamu harus mendapat transfusi darah, biasanya kantung darah yang kamu dapet dari PMI sudah discreening dulu, jadi kemungkinan tertular HIV gara-gara transfusi darah sebenarnya kecil.
Biasanya pemakai narkoba jarum suntik lebih rentan terkena HIV, karena mereka sering bergantian atau meminjam jarum suntik punya temannya. ( yang belum tentu bersih dari HIV ini ).
Sebenarnya virus ini mudah mati jika jarum suntik yang terinfeksi HIV segera dibersihkan dengan pemutih / chlorin ( pemutih / chlorin mengandung desinfektan, yang bisa membunuh virus ) , makanya petugas medis selalu merendam alat-alat bekas pakai operasi dengan chlorin ini, untuk mencegah penularan HIV.
Seseorang bisa saja terkena sudah terinfeksi HIV tapi hasil pemeriksaan tes darahnya negatif.
Koq bisa ???
Ada yang namanya Window Period, atau Periode Jendela – yang menggambarkan Masa Jeda antara seseorang mulai terinfeksi HIV sampai menunjukkan hasil pemeriksaan darah HIV positif.
Saat window period ini biarpun seseorang hasil pemeriksaan darahnya negatif tetapi sudah berpotensi untuk menularkan HIV ke orang lain. Lamanya window period ini bisa 1-3 bulan, bahkan 8 bulan.
Misalnya hari ini si A melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan si B (yang positif HIV), logikanya 0,1-1 % dari tiap hubungan seksual si A bisa terkena infeksi HIV juga. Anggaplah si A terinfeksi HIV ini juga, lalu 2 minggu kemudian, si A memeriksakan darahnya karena berpikir,
” Jangan-jangan gue kena HIV nih … ?!“
Hasil pemeriksaan darah menunjukkan HIV negatif ( padahal sesungguhnya si A sudah terinfeksi, tapi pemriksaan menunjukkan negatif karena antibodinya belum terdeteksi saat diperiksa ).
Saat si A sudah merasa ” aman “, dia melakukan hubungan seksual tanpa kondom lagi dengan si C dan si D ( otomatis dong si C dan si D juga beresiko untuk terkena HIV dan menularkan ke orang lain ).
Demikian seterusnya, sehingga terbentuk gambaran piramida ( atau disebut fenomena gunung es atau Iceberg phenomenon ).
Yang jadi puncaknya adalah orang-orang yang sudah positif terkena HIV, sementara dasar dari gunung es tersebut adalah orang-orang yang sudah terkena tapi hasil pemeriksaannya masih negatif dan berpotensi menularkan ke orang lain.
Perlu diingat, fenomena gunung es ini mau bilang kalo orang-orang yang ada di pucuk memang terlihat “sedikit” dan tidak berbahaya, tapi bagian dasarnya justru jumlahnya besar ( dan 5 tahun ke belakang mereka akan kelihatan tambah banyak jumlahnya ).
Dan gunung es juga yang bikin Titanic tenggelam . . . . . ( nyambung ga sih ? )
Untuk pencegahan penularan HIV sekarang lagi dikampanyekan untuk setia sama pasangan ( maksutnya pasangan seksual ya… ) kalo playboy tapi cuman lewat chattingan sih ga bikin tertular HIV juga kale…
Juga untuk memakai kondom kalo berhubungan seksual bukan dengan pasangan tetap ( walaupun kondom ga menjamin tidak ada transmisi HIV, tapi bisa memperkecil kemungkinan untuk tertular )
Untuk pemakai narkoba jarum suntik, bisa memakai jarum suntik sendiri ( gak dipakai bersamaan ) atau mencuci jarum suntik bekas pakai orang lain ( dengan pemutih / chlorin tadi ).
Penderita dengan HIV atau AIDS juga tidak perlu dijauhi, mereka manusia sama seperti kita, butuh perhatian , kasih sayang, pengertian, dan tentu saja bantuan kita . . . . *cieh* kaya PPKN nih
Baca juga tentang Penyalahgunaan Obat Terlarang, Free Sex dan HIV | Morphine and other Opioid Drugs
3 comments Juni 12, 2008
cantik vs sinar matahari
Pasti kamu seneng klo ketemu orang cantik ( atau cakep deh ) di jalan.
Biarpun ga bisa -atau ga mampu
memiliki tapi seneng aja kan liatnya…
makanya sinetron ( atau TV ) seringnya pake artis-artis yang cakep dan cantik walaupun ada juga yang mukanya biasa-biasa aja tapi overall mesti enak diliat.
Tapi gimana kalo ada orang cantik tapi mukanya kusam, kliatan lusuh atau jerawatan githu….
Rasanya gimanaaaa gitu yah ?!?!
Kulit itu emang bagian paling luas dari tubuh kita dan mesti dijaga.
Karena dia fungsinya banyak sekali, mulai dari fungsi menjaga kita supaya gak kekurangan cairan ( dehidrasi ) sampe fungsi estetis kaya kecantikan.
Makanya ada orang yang mukanya sih biasa aja tapi kalo kulitnya licin mulus bisa naksir juga deh ( naksir pengen megang maksutnya
)
Palagi kita yang tinggal di negara tropis, hampir sepanjang tahun kena sinar matahari, penting banget untuk menjaga supaya kulitnya ga kena sinar matahari langsung terus-terusan. ( kalo kena sinar mataharinya cman 5 menit dari pintu rumah ke mobil ya gak ngaruh juga)
Kamu bisa pake topi lebar atau kacamata hitam. Juga pake krim pelembab setiap keluar rumah yang ada SPF-nya. SPF tu Sun Protective Factor, banyak kan produk kecantikan kaya krim muka atau losion yang suka ada tulisan SPF +15.
Nah… produk seperti itu berarti bisa melindungi kita (sementara) dari sinar matahari.
Berarti kita harus menghindari sinar matahari ?
Ya engga juga sih….
Kita juga butuh sinar matahari, paling bagus antara jam 7 sampe 9 pagi, atau sebelum jam 10 deh ( tergantung musimnya )
Kena sinar matahari jam segituan juga penting untuk kamu yang seharian kerja dalam ruangan supaya ga stress. Karena kena sinar matahari juga bisa bikin badan kamu memproduksi hormon yang bikin happy
beneran !!!
Makanya kalo weekend coba jangan bangun terlalu siang, trus jangan lupa juga minum air putih secukupnya ( ada yang bilang 2 liter per hari = 8 gelas , tapi tergantung badan kamu juga sih )
Vitamin E dan vitamin C juga bagus buat kulit, banyak juga produk kecantikan yang menambahkan kedua jenis vitamin ini.
Tips untuk mencari produk kecantikan yang cocok buat kulit kamu:
1. Kalo kulit kamu jenisnya kering, coba cari produk yang bahan dasarnya krim.
Krim bahan dasarnya lebih berminyak daripada losion, jadi cocok untuk kulit kamu yang kering.
2. Kalo jenis kulit kamu berminyak, coba cari produk yang bahan dasarnya losion.
Losion mestinya ga bikin kulit kamu lebih berminyak, tapi memberi efek melembabkan. Tapi kalo kulit kamu berminyak + jerawatan juga, coba cari produk yang khusus untuk kulit berjerawat (oil-free based).
Tips sederhana untuk yang kulit berminyak agar mencegah jerawat, coba peras jeruk nipis dan gunakan airnya (pakai kapas) untuk membersihkan muka, setiap malam sebelum tidur.
3. Untuk yang jenis kulitnya sensitif (saya juga termasuk loh :p ) jangan lupa untuk selalu mencoba produk kecantikan yang akan kamu pakai.
Semisal : kamu mau beli suatu pelembab / moisturizer / foundation untuk muka, kalo ada testernya coba kamu oleskan sedikit ke bagian leher kamu.
Kamu semisal terasa gatal, atau panas, atau timbul kemerahan berarti kamu ga cocok dengan produk tersebut.
Memang ada beberapa orang yang punya ‘bakat’ seperti itu, jadi mesti hati-hati kalo memilih suatu produk.
Baca juga : Must Have Treatment for Your Skin | Acne Skin Care Tips
- Natural Beauty Skin Care.
- Facial Skin Moisturizer.
Dry Skin Care
Natural Cream for Dry Skin Care & Dry Skin Hands.
Add comment Juni 11, 2008






