Posts filed under ‘alergi dan imunologi’

Cara sederhana mencegah Kanker

Lima resep sederhana untuk mengurangi resiko terkena kanker :

1. Aktivitas fisik teratur atau ber-olahraga

2. Menjaga asupan cairan

3. Hindari merokok

4. Batasi mengkonsumsi daging (terutama daging merah)

5. Relaksasi , manajemen stress.

Baca info selengkapnya di http://…/5-simple-secrets-to-lower-your-risk-of-cancer/

Oktober 28, 2009 at 5:16 pm 1 komentar

HIV dan AIDS

Bagaimana jika ada teman kamu yang menderita AIDS, apakah kamu masih mau berteman sama dia ?

Tahukah kamu apa gejala seseorang terkena HIV atau tidak ?

HIV adalah virus penyebab AIDS. HIV sendiri singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, yang artinya virus yang menyerang sistem daya tahan tubuh / sistem imun. Akibatnya dalam jangka waktu lama, virus itu akan melemahkan pertahanan tubuh ( kan sistem imun-nya “dimakan” sama virus )

Karena sistem imun atau daya tahan tubuh berkurang, tubuh seseorang yang terkena HIV rentan terkena penyakit infeksi. Kumpulan penyakit atau infeksi yang umumnya menyerang orang dengan daya tahan tubuh rendah ( akibat HIV tadi ) disebut Acquired Immunodeficiency Syndrome , yang artinya Sindrom defisiensi imun yang didapat.

Tapi membutuhkan waktu yang lama ( tahunan biasanya, tergantung pengobatan yang dipakai juga ) untuk seseorang kelihatan punya gejala seperti AIDS. Jadi bisa aja kamu duduk sebelahan dengan orang yang punya HIV tapi dia kelihatan sehat-sehat saja.

Hanya, jangan takut kalo kamu duduk sebelahan atau salaman tangan, atau pinjem pakaian orang yang punya HIV. Penularan HIV cuman lewat darah, jarum suntik, mikrolesi (luka) yang bisa didapat saat misalnya melakukan hubungan seksual tanpa kondom, atau dari ibu ke anak saat kehamilan dan persalinan.

Kalau kamu harus mendapat transfusi darah, biasanya kantung darah yang kamu dapet dari PMI sudah discreening dulu, jadi kemungkinan tertular HIV gara-gara transfusi darah sebenarnya kecil.

Biasanya pemakai narkoba jarum suntik lebih rentan terkena HIV, karena mereka sering bergantian atau meminjam jarum suntik punya temannya. ( yang belum tentu bersih dari HIV ini ).
Sebenarnya virus ini mudah mati jika jarum suntik yang terinfeksi HIV segera dibersihkan dengan pemutih / chlorin ( pemutih / chlorin mengandung desinfektan, yang bisa membunuh virus ) , makanya petugas medis selalu merendam alat-alat bekas pakai operasi dengan chlorin ini, untuk mencegah penularan HIV.

Seseorang bisa saja terkena sudah terinfeksi HIV tapi hasil pemeriksaan tes darahnya negatif.
Koq bisa ???

Ada yang namanya Window Period, atau Periode Jendela – yang menggambarkan Masa Jeda antara seseorang mulai terinfeksi HIV sampai menunjukkan hasil pemeriksaan darah HIV positif.
Saat window period ini biarpun seseorang hasil pemeriksaan darahnya negatif tetapi sudah berpotensi untuk menularkan HIV ke orang lain. Lamanya window period ini bisa 1-3 bulan, bahkan 8 bulan.

Misalnya hari ini si A melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan si B (yang positif HIV), logikanya 0,1-1 % dari tiap hubungan seksual si A bisa terkena infeksi HIV juga. Anggaplah si A terinfeksi HIV ini juga, lalu 2 minggu kemudian, si A memeriksakan darahnya karena berpikir,
Jangan-jangan gue kena HIV nih … ?!

Hasil pemeriksaan darah menunjukkan HIV negatif ( padahal sesungguhnya si A sudah terinfeksi, tapi pemriksaan menunjukkan negatif karena antibodinya belum terdeteksi saat diperiksa ).
Saat si A sudah merasa ” aman “, dia melakukan hubungan seksual tanpa kondom lagi dengan si C dan si D ( otomatis dong si C dan si D juga beresiko untuk terkena HIV dan menularkan ke orang lain ).

Demikian seterusnya, sehingga terbentuk gambaran piramida ( atau disebut fenomena gunung es atau Iceberg phenomenon ).
Yang jadi puncaknya adalah orang-orang yang sudah positif terkena HIV, sementara dasar dari gunung es tersebut adalah orang-orang yang sudah terkena tapi hasil pemeriksaannya masih negatif dan berpotensi menularkan ke orang lain.
Perlu diingat, fenomena gunung es ini mau bilang kalo orang-orang yang ada di pucuk memang terlihat “sedikit” dan tidak berbahaya, tapi bagian dasarnya justru jumlahnya besar ( dan 5 tahun ke belakang mereka akan kelihatan tambah banyak jumlahnya ).

Dan gunung es juga yang bikin Titanic tenggelam . . . . . ( nyambung ga sih ? )

Untuk pencegahan penularan HIV sekarang lagi dikampanyekan untuk setia sama pasangan ( maksutnya pasangan seksual ya… ) kalo playboy tapi cuman lewat chattingan sih ga bikin tertular HIV juga kale…
Juga untuk memakai kondom kalo berhubungan seksual bukan dengan pasangan tetap ( walaupun kondom ga menjamin tidak ada transmisi HIV, tapi bisa memperkecil kemungkinan untuk tertular )

Untuk pemakai narkoba jarum suntik, bisa memakai jarum suntik sendiri ( gak dipakai bersamaan ) atau mencuci jarum suntik bekas pakai orang lain ( dengan pemutih / chlorin tadi ).

Penderita dengan HIV atau AIDS juga tidak perlu dijauhi, mereka manusia sama seperti kita, butuh perhatian , kasih sayang, pengertian, dan tentu saja bantuan kita . . . . *cieh* kaya PPKN nih 😀

Baca juga tentang Penyalahgunaan Obat Terlarang, Free Sex dan HIV | Morphine and other Opioid Drugs

Juni 12, 2008 at 7:55 pm 20 komentar

alergi : sepele tapi mengganggu

Pernah gak suatu hari kamu makan udang atau makanan laut dan tiba-tiba timbul gatal atau mulut dan mata kamu bengkak?
Ada yang bilang, ” Kamu alergi udang ! ”
Mungkin mereka bener sih…

Kenapa ada orang yang alergi sesuatu dan orang laen engga?
Orang yang alergi itu biasanya tubuhnya punya Imunoglobulin E (IgE) yang lebih tinggi dari orang laen yang gak ada bakat alergi.
Apaan tuh IgE ?

Sebenernya Imunoglobulin ini berfungsi untuk faktor pertahanan tubuh, tapi karena orang yang bakat alergi jumlahnya berlebihan jadinya badannya juga lebih reaktif = lebih cepet memberi reaksi, dan reaksinya ‘berlebihan’ dibanding orang laen yang gada alergi.

Orang yang punya kecenderungan atau bawaan seperti ini disebut atopi ( atopic , Inggris )

Manifestasi alergi sendiri bisa macem-macem.
Ada orang yang keluhannya gangguan kulit kaya gatal, kemerahan, timbul bentol (biduran), mata bengkak atau gangguan pernafasan seperti terasa pilek, bersin-bersin, sesak.

Penyebabnya juga macem-macem, mulai dari makanan, obat-obatan, sampe yang alergi bahan pakaian juga ada.
Paling sering sih karena makanan laut, tapi kacang atau bahkan terong juga bisa menyebabkan alergi.

Gimana kalo udah tau kamu punya alergi tertentu ?
Alergi biasanya ga bisa sembuh, alias seumur hidup kamu mesti berteman dengan ‘bawaan’ kamu itu. Biasanya ada riwayat atopi dalam keluarga kamu ( ayah, ibu, paman, bibi, kakek, nenek ) yang menurunkan ‘bawaan’ itu sama kamu.
Dan kamu juga kemungkinan menurunkan ‘bawaan’ itu sama anak cucu kamu.
Tapi kamu bisa mencegah supaya alergi kamu gak kambuh dengan menghindari alergen ( = bahan pencetus alergi ) misalnya kalo kamu tau kamu alergi udang, ya jangan makan udang. atau kalo kamu suka sekali dan ga bisa menahan untuk ga makan udang, kamu mesti siap obat antihistamin. jaga-jaga siapa tau kambuh.
ada juga yang alergi debu, mesti bisa menjaga rumahnya bersih terus, jangan banyak tumpukan koran.

Kadang orang yang alergi kulitnya cenderung lebih kering juga, bisa disiasati dengan mandi pake air yang jangan terlalu panas, bagusnya hangat ke dingin dan selalu gunakan pelembab setelah mandi.

kamus istilah dalam alergi :

dermatitis atopi : gatal atau kemerahan pada kulit yang disebabkan alergi.
angioedema : bengkak disekitar kelopak mata atau bibir yang diakibatkan oleh alergi.
rhinitis allergica : bersin atau pilek yang dicetuskan bila hidung menghirup alergen.

Topik lain yang berkaitan :
Skin Itchy | Allergy Supplement | Natural Cure for Asthma

Juni 11, 2008 at 6:47 am 2 komentar


Blog Stats

  • 159,028 hits

Klik tertinggi

  • Tidak ada

my twits