Tulisan tulisan yang dikaitkan (tagged) penularan HIV

Penghapusan prostitusi, mengurai masalah penularan penyakit menular seksual

Penghapusan prostitusi bukan jawabannya !

Saat ini prostitusi/pelacuran atau transaksi komersial seks masih dikaitkan dengan penyebaran berbagai penyakit/infeksi menular kelamin, termasuk juga untuk penularan HIV.

Maka tindakan pemerintah untuk menghapuskan prostitusi dinilai tepat.

Benarkan demikian ?

Jawabannya adalah : TIDAK !

Prostitusi sudah terjadi sejak jaman dahulu kala, dan akan selalu ada dalam peradaban manusia.
Munafik lah orang-orang (pemerintah) yang menyangka dengan menghapuskan prostitusi maka akan menyumbang kebaikan pada lingkungan sekitar.

Perlu diketahui, kenapa ada yang namanya prostitusi.

Pertama, manusia adalah makhluk hidup yang membutuhkan seks.

Ini benar adanya, oleh karena itu agama dan kepercayaan membuat suatu institusi yang disebut pernikahan. Ini yang dianggap sah (oleh norma-norma sosial di timur pada umumnya).

Tetapi, bagaimana dengan mereka yang belum menikah tetapi sudah memasuki usia pubertas?

Penelitian dan studi lapangan menyebutkan ada anak-anak muda kita (ya, di Indonesia, bukan di belahan dunia yang lain) memulai hubungan seks pertama dalam usia yang sangat dini. Antara usia SMP atau sekitar 14-15 tahun.
Pada masa ini tentulah belum ada (atau jarang) orangtua atau institusi sosial yang mengizinkan mereka untuk menikah dengan alasan ingin melampiaskan nafsu seksualnya.

Belum lagi pendidikan di sekolah dan di rumah yang tidak pernah (mengganggap tabu) membahas soal seks, sehingga anak-anak muda semakin tidak tahu dan akhirnya mencari tahu sendiri. Praktek yang salah adalah, mereka mencari pada sumber yang salah (yang sangat mudah didapat, internet contohnya) dengan cara menonton tontonan pornografi.

Akuilah, manusia sejak jaman dahulu kala, terutama kaum laki-lakinya, memang ngefans sama yang namanya pornografi.
Mau dilarang atau tidak, ini adalah industri yang marak di berbagai belahan dunia.

Praktek selanjutnya adalah, mengaplikasikan teori pornografi tersebut.
Ini sangat wajar dalam perjalanan hidup seorang manusia, bahwa pada suatu titik mereka membutuhkan pelepasan dalam pemenuhan kebutuhan seksual.

Beruntunglah para laki-laki yang gak jelek-jelek amat (atau baik, bermulut manis), mereka bisa mempraktekan teori bagaimana berhubungan seks kepada pacar/cewe yang mau sama mereka.
Juga untuk para lelaki yang not-so-good looking tapi punya uang, UUD- ujung ujungnya duit. Kelompok inilah yang mendorong majunya perekonomian di Indonesia juga. Terutama pada duit yang disumbangkan untuk transaksi jual beli seks.

Balik lagi ke penelitian, penularan dan penyebaran infeksi menular seksual terutama transmisi HIV dapat dicegah jika :

1. Semua klien/ laki-laki yang berhubungan seks dengan wanita (pekerja seks komersil, pacar, pacar sementara, TTM, bahkan istrinya) selalu memakai kondom
2. Semua wanita selalu memakai kondom jika berhubungan dengan laki-laki (pacar, pacar sementara, TTM, bahkan suaminya)
3. Semua pekerja seks (laki-laki, perempuan, maupun waria) selalu memakai kondom jika berhubungan dengan klien/pacar/pasangan seksualnya.
4. Semua pemakai narkoba jarum suntik selalu menggunakan jarum suntik steril, bukan bekas orang lain.

Ini adalah solusi yang sangat mudah, tapi sulit untuk diterapkan !

Salahsatu kesalahan besar, yang sering kita (juga pemerintah) buat adalah, dengan menutup lokalisasi tempat prostitusi/ pelacuran.

Ini sama sekali tidak menyelesaikan masalah.

Pertama, para pekerja seks sebenarnya tetap ada, tapi mereka tidak terpusat (terpencar-pencar) dan lebih susah untuk ditarget oleh kelompok LSM yang ingin memberikan bantuan kesehatan/ dukungan sosial kepada mereka.

Kedua, para klien/ pelanggan laki-laki juga selalu ada, dan mereka lah yang lebih ‘bersalah’ dalam hal penyebaran virus, dengan berpindah-pindah tempat dari satu lokalisasi ke lokalisasi lain. Belum ada undang-undang/ peraturan yang menjaring mereka untuk ikut ‘bertanggung jawab’ mengatasi permasalahan ini.

Kenapa oh kenapa lagi-lagi pelacur yang disalahkan, ditangkap, diperas (padahal mereka jualan seks sering kali karena faktor ekonomi) sedangkan para pelanggan laki-laki bebas berkeliaran dan menularkan HIV kepada istri dan anak-anaknya ?

Kondom.

Adalah cara yang mudah dan sederhana yang bisa diterapkan oleh semua orang.

Mulai dari tukang beca, supir taksi, tukang ojek, anak SMP sampai kuliahan, PNS maupun pegawai swasta, dokter maupun insinyur, semua bisa diajarkan cara memakai kondom dan bisa (mampu) membeli kondom.

Sekarang waktunya kita bertanggung jawab atas diri sendiri.
Pemerintah sudah tidak mampu diandalkan karena kebanyakan urusan.

Stop epidemi HIV sampai disini.

kampanye penggunaan kondom untuk seks lebih aman

Add comment November 16, 2009

Kondom : Cara berhubungan seks yang aman ?

Adakan cara berhubungan seks yang aman ?

Maksudnya aman disini adalah berhubungan seks tanpa resiko tertular penyakit infeksi menular seksual (IMS) atau penyakit yang ditularkan melalui hubungan kelamin.

Penyakit / Infeksi menular seksual bisa ditularkan bila ada kontak dengan kulit atau cairan di daerah kelamin, contohnya pada penyakit infeksi kencing nanah atau bahkan infeksi HIV.
Orang dengan IMS pada alat kelamin akan lebih mudah tertular / menularkan HIV disebabkan adanya luka pada kulit, yang menyebabkan transmisi/ penularan virus secara langsung.

Bagaimana caranya agar bisa tetap berhubungan seks bila sedang terkena IMS ?

Jawabannya sederhana saja. KONDOM.
Kondom bisa digunakan oleh pihak laki-laki maupun perempuan.
Bingung ? Ya, betul. Saat ini sudah tersedia kondom untuk perempuan.

Banyak yang merasa pemakaian kondom identik dengan hubungan seks yang kurang enak dibanding tidak memakai kondom.
Tapi sesungguhnya pemakaian kondom mempunyai banyak keuntungan (selain mencegah kehamilan tentunya).
Kondom mencegah penularan infeksi menular seksual dan HIV.
Kondom juga berguna untuk mempertahankan ereksi pada laki-laki yang mudah ejakulasi (ejakulasi dini).
Dan saat ini kondom sudah tersedia dalam berbagai variasi serta bentuk, untuk meningkatkan kualitas hubungan seksual.

Terlebih jika akan berhubungan seksual dengan seseorang yang tidak kita kenal, atau orang yang bukan pasangan tetap kita.
(Ingat : Pasangan tetap kita pun bisa menularkan IMS atau HIV jika dia tidak setia terhadap kita !)

2 comments Juni 22, 2009

Lagi tentang AIDS : kumpulan gejala imunodefisiensi (yang didapat)

Sehubungan dengan banyaknya tag yang dicari orang, maka lagi-lagi tulisan tentang AIDS saya buat. AIDS, singkatan yang dalam bahasa Inggris yang berarti Acquired Immunodeficiency Syndrome (=kumpulan gejala imunodefisiensi yang didapat.)

Maksud ‘didapat’ disini karena ada jenis penyakit/ kelainan imun yang diturunkan, misalnya pada kelainan genetik. Tetapi pada AIDS, kumpulan gejala klinis yang berhubungan dengan penurunan fungsi daya tahan tubuh/sistem imun, bukan karena kelainan bawaan. AIDS disebabkan karena manusia terinfeksi oleh HIV (=virus imunodefisiensi) melalui kontak darah atau cairan tubuh lain eg. air susu, sperma/cairan mani. HIV juga dapat ditemukan pada ludah, air mata, tapi belum terbukti adanya penularan dengan cara tersebut.

Siapa saja yang rentan dengan penularan HIV ini ?

Mereka yang termasuk kelompok resiko tinggi diantaranya : pekerja seksual komersil, transgender (waria) yang menjual jasa transaksi seksual, kelompok hetero/homoseksual yang sering berganti pasangan, para pengguna narkoba dengan jarum suntik yang dipakai bergantian. Pada intinya semua cara transmisi virus yang melibatkan kontaminasi darah.

HIV tidak dapat tertular jika kita berpelukan, berciuman pipi, melalui makanan, memakai gelas/piring bersama, menggunakan toilet duduk bersama, atau kontak lain yang tidak berhubungan dengan darah.

Bagaimana mencegah penularan HIV ?

Di negara maju dimana situasi budaya sangat permisif untuk memulai hubungan seksual sejak usia yang sangat dini, sedang dikampanye-kan untuk melakukan ABC.

Abstinence : artinya TIDAK melakukan hubungan seksual.

Be faithful : artinya SETIA terhadap pasangan (terutama pasangan seksual).

Condom : selalu menggunakan KONDOM jika melakukan hubungan seksual (jika bukan dengan pasangan/ jika berganti-ganti pasangan).

Sayangnya, masyarakat kita belum menyadari pentingnya pemakaian kondom.

Dari wawancara dengan para PSK (pekerja seks komersil) dan waria yang melayani transaksi seks, masih banyak pelanggan yang enggan untuk memakai kondom.

Padahal tujuan pemakaian kondom adalah untuk melindungi kedua belah pihak dari penyakit menular seksual dan HIV, tapi masih ada stigma di masyarakat kita bahwa pemakaian kondom mengurangi kenikmatan berhubungan seks.

Alangkah sempitnya pola pikir seperti itu, mengutamakan kenikmatan seks tapi mengorbankan diri untuk penyakit yang tidak dapat disembuhkan seumur hidup seperti AIDS.

Sekali orang terinfeksi HIV maka seumur hidupnya virus tersebut akan hidup dalam tubuh orang tersebut. Karena HIV tidak dapat disembuhkan seperti virus Influenza misalnya, maka suatu saat jika virus bertambah banyak (bermultiplikasi) maka dalam waktu sekian tahun akan muncul gejala penurunan daya tahan tubuh. Gejala tersebut yang disebut AIDS.

Contoh gejala yang sering muncul pada orang dengan AIDS adalah batuk yang tidak sembuh (berkaitan dengan TBC paru), kelainan kulit seperti jamur (candidiasis), atau ketombe pada kulit kepala, dan tumbuh jamur di kerongkongan/ esofagus yang mengakibatkan keluhan sulit menelan, penurunan berat badan drastis (wasting syndrome), dan diare terus menerus dalam waktu lama.

Sampai saat ini belum ada pengobatan untuk menyembuhkan HIV-AIDS. Telah ditemukan ARV (antiretroviral) sebagai pengobatan untuk mencegah bertambah banyaknya jumlah virus dalam tubuh.

Pada HIV-AIDS pencegahan adalah segala-galanya. Always wear protection (condom), don’t sharing needles, stay negative. Staying alive.

Add comment Februari 5, 2009


Tulisan Teratas

Halaman

Tulisan Terakhir

Kategori

Kategori Awan

alergi dan imunologi gangguan Lambung HIV-AIDS KB atau kontrasepsi kulit dan kecantikan tulang tumor Uncategorized visi

Tag

AIDS alergi alergy allergen anak Antasida asam lambung atopi atopic belajar blog cancer Dispepsia gangguan Lambung Gastritis gatal genetik gratis HIV hubungan seksual human immunodeficiency virus imunoglobulin info informasi jalan jalanan jerawat kanker KB kecantikan kesehatan klinik kondom kontrasepsi kulit medis obat pencegahan pengobatan penularan HIV protection skin care tips tumor visi website

Blogroll

Health related | info kesehatan

Spam Blocked

Blog Stats

Firefox 3

Klik tertinggi

Pesan sponsor :)

120x120 - 121doc - Join Our Affiliate Program - English

Komentar Terakhir

ocekojiro di Cara sederhana mencegah K…
klinikgratis di Kondom : Cara berhubungan seks…
Isning di Kondom : Cara berhubungan seks…
klinikgratis di Dispepsia tidak selalu Ga…
klinikgratis di about author

twit me!

RSS traveling stories