Tulisan tulisan yang dikaitkan (tagged) gangguan Lambung

Gastritis , nyeri maag terpopuler

468x60 - 121doc - Champix - English

Istilah Gastritis akhir-akhir ini populer di media karena maraknya iklan tentang obat antasida untuk mengobati gejala maag. Padahal belum tentu semua gejala atau keluhan nyeri lambung merupakan Gastritis. (baca juga tentang Dispepsia.)

Pengertian dari Gastritis adalah inflamasi (reaksi radang/ luka) pada permukaan mukosa lambung.
Gastritis dapat bersifat akut maupun kronik.
Gastritis akut dapat disebabkan oleh pemakaian obat anti inflamasi anti steroid (OAINS, Aspirin) atau penggunaan alkohol dalam waktu lama.
Keluhan dari Gastritis akut bisa mual, kembung, nyeri perut kiri atas, bisa juga sampai terjadi perdarahan saluran cerna seperti Hematemesis atau Melena.

Untuk Gastritis akut pengobatan terutama dengan menghilangkan penyebabnya.
Dianjurkan untuk penderita Gastritis menjalani pola makan dengan porsi kecil tetapi sering, menghindari makanan yang mencetuskan peningkatan asam lambung (e.g. kafein pada kopi, alkohol).
Obat-obatan digunakan untuk mengatur supaya asam lambung yang diproduksi terkontrol, contohnya Antasida, agonis reseptor H2, dan teman-temannya.

Hematemesis : perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA) dengan gejala muntah darah.
Melena : perdarahan saluran cerna bawah dengan gejala buang air besar berwarna coklat/ kehitaman.

Baca juga tentang Gastritis di Wikipedia.

Topik lain yang berkaitan; Diet Food Combining untuk mengurangi keluhan saluran pencernaan.
Body Detox with Natural Herb Formula.
Natural Colon Cleanse.

1 comment Juli 4, 2008

Dispepsia tidak selalu Gastritis

Orang biasanya cenderung mengkaitkan setiap keluhan di lambung dengan gastritis atau sakit maag. Padahal tidak selalu setiap gangguan atau keluhan di lambung disebut Gastritis.

Bisa saja keluhan tersebut memang Gastritis (=ada luka atau inflamasi pada permukaan lambung) atau bisa saja hanya Sindrom Dispepsi / Dispepsia. Nama yang kurang populer memang dibandingkan Gastritis.

Tak kenal maka tak sayang, sebaiknya kita berkenalan dulu dengan Dispepsia ini. . . :D

Yang dimaksud dengan Dispepsia adalah sekumpulan keluhan atau gejala yang berhubungan dengan rasa tidak enak/ nyeri pada perut bagian atas, keluhan cenderung menetap atau sering kambuh. Dispepsia sendiri terbagi dua yaitu Organik dan Non-Organik (=Fungsional).

Dispepsia Organik disebut demikian karena keluhan berhubungan dengan kelainan organik, seperti pada nyeri Ulkus peptik, pada pankreatitis kronik (inflamasi pada pankreas), gangguan metabolik pada penderita kencing manis/Diabetes Mellitus, atau pada pengguna obat Anti Inflamasi non Steroid (e.g Aspirin).

Pada Dispepsia Fungsional / Non-Organik keluhan jarang disebabkan oleh kelainan organik, misalnya pada pasien yang memang lambungnya terlalu sensitif (=Hipersensitivitas Gaster atau Duodenum), Gastritis karena kuman H.pylori atau juga disebabkan faktor psikososial, misalnya stress.

Keluhan atau gejala yang sering timbul pada Dispepsia :

1. Nyeri pada bagian perut kiri atas.
2. Nyeri hilang setelah perut diisi makanan atau setelah minum Antasida.
3. Nyeri timbul saat lapar.
4. Perasaan mudah kenyang/ perut terasa cepat penuh bila makan.
5. Mual atau muntah.
6. Upper abdominal bloating atau kembung, banyak gas / sering sendawa.
7. Rasa tak nyaman bila makan.

Gejala no 1-3 disebut keluhan ulcus like dyspepsia sedang gejala no 4-7 disebut dismotilitas like dyspepsia.
Tapi sebagus apa pun namanya, pasti ga penting karena 2-2nya gak enak ! :D

Pengobatan untuk Dispepsia juga mirip dengan Gastritis.
Bisa diberikan Antasida untuk menetralisir Asam lambung (beredar dengan merk dagang Promag, Magtral, Gastrucid dst ) tapi pemakaian obat seperti ini hanya untuk waktu singkat, karena pada pemakaian terus menerus & waktu lama bisa menyebabkan diare. (=mencret, bukan buku harian :D )
Juga bisa diberikan Obat golongan Agonis reseptor H2 , contohnya Simetidin, Ranitidin, Famotidin dan teman-temannya.
Kalau punya budget lebih, obat yang lebih ‘tokcer’ seperti Omeprazol juga direkomendasikan, selain itu pemakaian obat golongan ini cukup 1 x per hari, sehingga membuat pasien lebih ‘patuh’ minum obat.

Topik lain yang berkaitan; Diet Food Combining untuk mengurangi keluhan saluran pencernaan.
Body Detox with Natural Herb Formula.
Natural Colon Cleanse.

4 comments Juli 4, 2008


Tulisan Teratas

Halaman

Tulisan Terakhir

Kategori

Kategori Awan

alergi dan imunologi gangguan Lambung HIV-AIDS KB atau kontrasepsi kulit dan kecantikan tulang tumor Uncategorized visi

Tag

AIDS alergi alergy allergen anak Antasida asam lambung atopi atopic belajar blog cancer Dispepsia gangguan Lambung Gastritis gatal genetik gratis HIV hubungan seksual human immunodeficiency virus imunoglobulin info informasi jalan jalanan jerawat kanker KB kecantikan kesehatan klinik kondom kontrasepsi kulit medis obat pencegahan pengobatan penularan HIV protection skin care tips tumor visi website

Blogroll

Health related | info kesehatan

Spam Blocked

Blog Stats

Firefox 3

Klik tertinggi

Pesan sponsor :)

120x120 - 121doc - Join Our Affiliate Program - English

Komentar Terakhir

klinikgratis di Kondom : Cara berhubungan seks…
Isning di Kondom : Cara berhubungan seks…
klinikgratis di Dispepsia tidak selalu Ga…
klinikgratis di about author
aeju di about author

twit me!

RSS traveling stories