Dispepsia tidak selalu Gastritis

Juli 4, 2008

Orang biasanya cenderung mengkaitkan setiap keluhan di lambung dengan gastritis atau sakit maag. Padahal tidak selalu setiap gangguan atau keluhan di lambung disebut Gastritis.

Bisa saja keluhan tersebut memang Gastritis (=ada luka atau inflamasi pada permukaan lambung) atau bisa saja hanya Sindrom Dispepsi / Dispepsia. Nama yang kurang populer memang dibandingkan Gastritis.

Tak kenal maka tak sayang, sebaiknya kita berkenalan dulu dengan Dispepsia ini. . . :D

Yang dimaksud dengan Dispepsia adalah sekumpulan keluhan atau gejala yang berhubungan dengan rasa tidak enak/ nyeri pada perut bagian atas, keluhan cenderung menetap atau sering kambuh. Dispepsia sendiri terbagi dua yaitu Organik dan Non-Organik (=Fungsional).

Dispepsia Organik disebut demikian karena keluhan berhubungan dengan kelainan organik, seperti pada nyeri Ulkus peptik, pada pankreatitis kronik (inflamasi pada pankreas), gangguan metabolik pada penderita kencing manis/Diabetes Mellitus, atau pada pengguna obat Anti Inflamasi non Steroid (e.g Aspirin).

Pada Dispepsia Fungsional / Non-Organik keluhan jarang disebabkan oleh kelainan organik, misalnya pada pasien yang memang lambungnya terlalu sensitif (=Hipersensitivitas Gaster atau Duodenum), Gastritis karena kuman H.pylori atau juga disebabkan faktor psikososial, misalnya stress.

Keluhan atau gejala yang sering timbul pada Dispepsia :

1. Nyeri pada bagian perut kiri atas.
2. Nyeri hilang setelah perut diisi makanan atau setelah minum Antasida.
3. Nyeri timbul saat lapar.
4. Perasaan mudah kenyang/ perut terasa cepat penuh bila makan.
5. Mual atau muntah.
6. Upper abdominal bloating atau kembung, banyak gas / sering sendawa.
7. Rasa tak nyaman bila makan.

Gejala no 1-3 disebut keluhan ulcus like dyspepsia sedang gejala no 4-7 disebut dismotilitas like dyspepsia.
Tapi sebagus apa pun namanya, pasti ga penting karena 2-2nya gak enak ! :D

Pengobatan untuk Dispepsia juga mirip dengan Gastritis.
Bisa diberikan Antasida untuk menetralisir Asam lambung (beredar dengan merk dagang Promag, Magtral, Gastrucid dst ) tapi pemakaian obat seperti ini hanya untuk waktu singkat, karena pada pemakaian terus menerus & waktu lama bisa menyebabkan diare. (=mencret, bukan buku harian :D )
Juga bisa diberikan Obat golongan Agonis reseptor H2 , contohnya Simetidin, Ranitidin, Famotidin dan teman-temannya.
Kalau punya budget lebih, obat yang lebih ‘tokcer’ seperti Omeprazol juga direkomendasikan, selain itu pemakaian obat golongan ini cukup 1 x per hari, sehingga membuat pasien lebih ‘patuh’ minum obat.

Topik lain yang berkaitan; Diet Food Combining untuk mengurangi keluhan saluran pencernaan.
Body Detox with Natural Herb Formula.
Natural Colon Cleanse.

Entry Filed under: gangguan Lambung. Tag: , , , , , , , , , .

2 Comments Add your own

  • 1. fOethzz  |  Februari 13, 2009 at 9:32 am

    sAya adalah satu orang yang mempunyai gastritis,,rasanya tidak enak hidup saya menjadi tidak bebas dan kini saya sadar bahwa makan teratur adalah kuncinya

    Balas
  • 2. klinikgratis  |  Februari 16, 2009 at 9:37 am

    Yup…. betul banget.

    Makan teratur dengan porsi kecil tapi frekuensi lebih sering, adalah kunci untuk menghindari kambuhnya gastritis ;-)

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Tulisan Teratas

Halaman

Tulisan Terakhir

Kategori

Kategori Awan

alergi dan imunologi gangguan Lambung HIV-AIDS KB atau kontrasepsi kulit dan kecantikan tulang tumor visi

Tag

Blogroll

Health related | info kesehatan

Spam Blocked

Blog Stats

Firefox 3

Klik tertinggi

120x120 - 121doc - Join Our Affiliate Program - English

Komentar Terakhir

klinikgratis di fraktur = patah tulang (bukan …
TAMMIE di alergi : sepele tapi meng…
klinikgratis di Dispepsia tidak selalu Ga…
fOethzz di Dispepsia tidak selalu Ga…
rudiyanto di fraktur = patah tulang (bukan …

twit me!