fraktur = patah tulang (bukan faktur loh…)
Juni 11, 2008 at 9:57 am 14 komentar
Kita tau bahwa kolaborasi antara Tulang dan Otot menghasilkan anggota gerak atau Sistem Muskuloskeletal. Hah ! Apaan tuh ??
Itu asal katanya dari : Tulang = sistem rangka atau Skeletal (=sceleton, inggris) dan Otot = musculus (Latin)
Bagian yang menangani kelainan pada sistem muskuloskeletal secara operatif umumnya dipegang bagian Bedah Orthopedi ( bisa juga oleh bagian Bedah Saraf ).
Kelainan dalam sistem anggota gerak ini yang paling sering kamu temui ( atau ada yang pernah mengalami ? ) adalah patah tulang , istilah medisnya Fraktur ( Fracture, Inggris)
- fraktur femur
- fraktur dengan luka terbuka
Seperti yang dialami P umur 12 tahun, datang ke Poli Bedah Orthopedi dengan keluhan tidak bisa menggerakan tangannya.
Orangtuanya bercerita bahwa 3 bulan yang lalu P pernah mengeluhkan pergelangan tangan kirinya sakit setelah bermain bola, karena takut difoto rontgen dan biayanya mahal, orangtua P membawa anaknya ke bengkel tulang untuk dipijat / diurut.
Disana selain dipijat dan diurut pergelangan tangan P diberi ramuan dan diberi semacam gips (untuk menyambungkan tulang yang katanya patah)
Tiga bulan berlalu, pergelangan tangan kiri P malah tidak bisa digerakkan dengan normal seperti tangan kanannya.
Setelah dokter melakukan pemeriksaan rontgen, terlihat bahwa pada pergelangan tangan kiri telah tumbuh tulang baru yang abnormal, mengakibatkan sendinya tidak dapat bergerak sebagimana mestinya.
Kasus diatas pasti sudah sering kamu dengar ya…
Karena patah tulang yang tidak diobati dengan baik malah berefek jangka panjang.
Mungkin untuk sebagian orang berobat ke Rumah Sakit itu mahal , lama sembuhnya, tidak praktis (jauh lokasinya) , makanya banyak yang mencari solusi alternatif ke pengobatan Bengkel Tulang, Pijat / Urut.
Dan hasilnya ?
Mungkin ada yang berhasil. . .
Yang tidak berhasil, berakhir dengan pernyataan, ” Memang sudah nasibnya begini…”
Fakta yang kamu harus ketahui tentang Patah Tulang atau Fraktur
1. Gejala atau keluhan yang menyertai Fraktur
Umumnya Fraktur didahului dengan Trauma atau Rudapaksa,
contohnya jatuh dari ketinggian, kecelakaan , keserempet motor / ketabrak mobil, dan seterusnya. Kalau ada Fraktur tanpa riwayat Trauma sebelumnya, patut dicurigai jangan-jangan ada Tumor tuh.
Keluhan dari Fraktur pasti terasa sakit, lebih sakit lagi jika digerakkan, dan ada bengkak / warna kemerahan, bila disertai Luka Terbuka pastinya keluar darah dan nampak Tulang yang Patah ( serem ya kalo dibayangin…)
2. Tidak semua Fraktur memerlukan operasi.
Jenis Fraktur sendiri banyak macamnya (anak kedokteran juga bisa nangis ngapalin nama-namanya) tapi Fraktur jenis Sederhana dan Tidak ada Luka Terbuka mungkin cukup digips saja, nantinya diharapkan Tulang itu menyambung dengan sendirinya
3. Fraktur yang dengan Luka Terbuka umumnya memerlukan operasi,
bisa operasi besar atau kecil tergantung dari bagian tubuh yang terkena, berapa bagian tulang yang patah, dan seberapa dalam serpihan tulang mengenai organ tubuh sekitarnya.
3. Fraktur membutuhkan penanganan segera.
Mungkin ada yang mengabaikan sakitnya, nunggu duit ngumpul baru ke dokter.
Saat terbaik untuk mengobati Fraktur adalah dalam waktu 1-6 jam (disebut Periode Emas, Golden Period ) terutama pada kasus Fraktur yang parah dan mengenai sistem Saraf. Jika lewat dari 6 jam semenjak waktu kejadian kecelakaan, mungkin saja hasilnya tidak sebaik jika dibawa sesegera mungkin.
Baca juga di Wikipedia tentang Bone Fracture
gambar diambil dari encyclopedia.com
Entry filed under: tulang. Tags: alternatif, bengkel tulang, bone fracture, fracture, fraktur, golden period, kecelakaan, luka, operasi, patah, pijat, rudapaksa, sakit, trauma, tulang, tumor, urut.
14 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1.
CHOIR ANWAR | Juni 19, 2008 pada 9:03 pm
FISIOTERAPI sangat berperan dalam gangguan gerak dan fungsi sendi akibat patah tulang, baik penanganan setelah operasi ataupun konservatif (non operatif) dengan modalitas yang dimiliki. Fisioterapi adalah salah satu jenis pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu ataupun kelompok untuk mengembangkan, memelihara, serta memulihkan gerak dan fungsi tubuh disepanjang kehidupan dengan penaganan secara manual, peralatan (fisik, elektro teraputis,dan mekanis), pelatihan fungsi,peningkatan gerak, serta komunikasi.
Setelah operasi, Fisioterapi berperan dalm pengurangan bengkak dan nyeri sekitar incisi (daerah sayatan) , keterbatasan luas gerak sendi, dan penurunan kekuatan otot oleh karena nyeri, serta penanganan masalah lain yang potensial timbul misalnya pengecilan/atropi otot, gangguan fungsional.
Penanganan konservatif karena bentuk perpatahan sangat ringan, Fisioterapi berperan dalam imobilisasi misalnya pemakaian gips, dan bentuk imobilisasi lain yang diinginkan sesuai kondisi dan letak fraktur.
Pasca imobilisasipun fisioterapi juga masih sangat berperan.
2.
klinikgratis | Juni 20, 2008 pada 2:00 pm
Trims buat komentarnya Choir,
ya memang saya juga berencana membuat satu tulisan tersendiri tentang Fisioterapi.
Juga khususnya tentang Pengobatan Alternatif (diluar ilmu pengobatan yang diakui, yang umumnya berorientasi ke dunia medis barat)
Tapi sekarang masih kumpulin bahan dan referensi dari bbrp sumber di lapangan.
Kalau ada masukan untuk artikel lain bole dimasukin jg Choir…
^_^
3.
klinikgratis | Agustus 10, 2008 pada 12:18 pm
Menurut statistik, tulisan tentang Fraktur ini yang paling banyak dibaca orang…. so, untuk kalian yang butuh info lebih tentang Fraktur atau patah tulang, boleh ngintip blog TS (Teman sejawat bukan Teman selingkuh ya ^^ ) dari Bedah Orthopedi berikut ini :
http://www.dokterrizkirahmadian.blogspot.com
4.
dr. Rudy Dewantara Limanto | September 12, 2008 pada 5:41 pm
Blog yg menarik.. mampir yah ke blog saya.. EverythingAboutOrtho.wordpress.com. tHanks.
5.
ica | September 20, 2008 pada 1:38 pm
jelasin lg dong ttg kelainan tulang dan penanggulangannya yang lebih jelas &lengkap
6.
Nyovi | November 23, 2008 pada 5:08 pm
Jelasin doNk,tentang kenapa patah tULang bisa bikin bengkak? Apanya siH yang ga nOrmaL sampe bisa kayak gitU? Thx b4.
7.
klinikgratis | Desember 22, 2008 pada 3:43 pm
@Nyovi :
Patah tulang biasanya bengkak karena reaksi jaringan di sekitar tulang yang patah tersebut.
Kan ada otot dan jaringan lunak lain yang terlibat/ rusak saat tulang patah, dan bengkak itu reaksi yang normal juga saat terjadi proses penyembuhan.
8.
ve | Desember 29, 2008 pada 9:34 pm
kakiku bengkak bgt pas pegelangan atas&kiri dikit,nyeri bgt.stlah 2bln operasi allograf.napa ya?dksh apa?tq
9.
rudiyanto | Januari 22, 2009 pada 5:22 pm
Dok, saya sudah lima bulan pasang pen karena patah tulang kaki (tulang yang besar dan kecil). Sempat ada luka kecil karena salah penanganan (spalk pendek buatan sendiri yang justru membuat luka). Luka ini sempat bernanah tapi setelah minum antibiotic sudah tidak bernanah lagi. Permasalahannya sampai sekarang kok masih berair ? Bagaimana cara mengatasinya Dok ? Sampai saat ini di rawat di rumah (sesuai petunjuk dokter) tiap hari di bersihkan dengan cairan infus dan alkohol 70 % serta ditutup kain kassa. Mohon petunjuk Dokter cara mengatasi masalah tersebut. Terima kasih.
10.
klinikgratis | April 27, 2009 pada 1:11 pm
@ rudiyanto dan ve :
pada dasarnya setelah dilakukan operasi tulang, biasanya dokter mengharapkan ada imobilisasi (tulang tidak boleh digerakkan) untuk jangka waktu tertentu.
Imobilisasi ini dapat menyebabkan penumpukan cairan serosa yang berwarna bening, sebagai akibat reaksi pertahanan tubuh setelah operasi selesai. Keadaan ini wajar dan tidak perlu dikhawatirkan, tapi jika cairan tsb membendung jaringan sekitarnya memang jadinya bisa terlihat bengkak dan terasa nyeri.
Untuk mengatasi bendungan cairan ini, bisa ditekan perlahan-lahan sampai cairan bening keluar melalui lubang luka, tentu menggunakan kasa yg steril/bersih, dan jangan lupa dioleskan antiseprik (betadine), atau menggunakan larutan antibiotik (garamycin dalam NaCL/saline solution)
Jika masih terasa nyeri, bisa juga ditambahkan penggunaan obat pereda nyeri (analgetik) seperti Natrium diklofenak, Metampiron, atau Tramadol (sesuai indikasi).
Bengkak juga biasa terjadi saat proses penyembuhan karena tulang tidak digunakan untuk waktu yang lama, sehingga perlu dilatih pelan-pelan untuk digerakkan (rehabilitasi dan fisioterapi) sehingga fungsinya bisa optimal lg.
Pada patah tulang kaki, bisa dicoba latihan berjalan di kolam renang (di dalam air).
11.
frey | Juni 17, 2009 pada 8:19 pm
jelasin donk knp kalo patah tangan ukuran tangan pada proses penyembuhan menjadi lebih kecil dari sebelumnya? dan kenapa warna kulit menjadi kehitaman?
thx b4..
12.
resti restuati fatimah | Juni 29, 2009 pada 8:07 pm
kalo patah tulang di bagian bawah lutu(tapi bukan pas lututnya),kenapa terasa nyeri juga ya,,,di bagian lututnya???????
13.
lena | Agustus 10, 2009 pada 12:30 pm
dok saya pernah mengalami patah tulang akibat kecelakaan waktu sma, sekarang saya sering mengalami nyeri pada sendi bila udarah terlalu dingin. baik dari Ac atau pun dari udara alam.
minta sarannya dong dok, apakah ada cara menghilangakan rasa sakit saya. thanks
14.
Tanto | September 3, 2009 pada 5:10 pm
Dok saya mau tanya 4 bulan yang lalu saya kecelakaan dan tulang kaki besar sebelah kanan patah dan tulang kecil patah 2. Lengan kiri atas juga patah. Terus saya menjalani operasi pen. Yang mau saya tanyakan:
1, kira kira berapa bulan yang saya butuhkan untuk bisa belajar jalan. Jika saya selalu mengkonsumsi obat. Karena sekarang kaki saya sudah tidak terasa sakit dan meskipun di gerakkan seperti kaki normalpun tidah terasa sakit
2, apa akibatnya jika saya telat untuk mengkonsumsi obat dalam jangka waktu yang cukup lama. Jarak operasi pada saat ini sudah 4 bln 2 hari.
Terimakasih atas sarannya.